‹ Semua renungan

Selasa, 1 Februari 2028

Dua Belas Tahun

Ada orang yang hafal bangku ruang tunggu puskesmas melebihi hafal ruang tamunya sendiri. Dua belas tahun berobat. Berganti-ganti tabib. Tabungan habis, badan tidak kunjung membaik. Perempuan dalam Injil hari ini tahu persis rasanya.

Kemarin kita mendengar orang Gerasa yang dipulihkan lalu diutus pulang mewartakan kasih Allah. Hari ini Markus menyilangkan dua kisah. Seorang perempuan sudah dua belas tahun menderita pendarahan. Seorang anak baru dua belas tahun umurnya dan hampir mati. Angka yang sama, dua ujung yang sama: habisnya harapan manusia.

Perhatikanlah betapa sederhananya iman mereka. Perempuan itu tidak berpidato. 'Asal kujamah saja jubah-Nya.' Yairus, kepala rumah ibadat yang terhormat, hanya tersungkur. Iman sering tinggal segerak tangan yang menggapai dan selutut yang jatuh. Tetapi Yesus tidak membiarkan sentuhan itu anonim. Ia berhenti, mencari wajahnya, memanggilnya anak. Allah tidak puas sekadar menyembuhkan. Ia mau berjumpa.

Adakah luka yang sudah bertahun-tahun kita rawat sendirian, tanpa berani menggapai Dia?

Tuhan Yesus, di ujung harapanku ada Engkau. Ketika tanganku terlalu lemah untuk menggapai, gapailah aku lebih dahulu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →