‹ Semua renungan

Senin, 20 Desember 2027

Berani Meminta

Banyak orang lebih sanggup memberi daripada meminta. Meminta terasa merendahkan: takut merepotkan, takut ditolak, takut kelihatan lemah. Maka kita memilih diam, lalu menyebut diam itu kesopanan. Padahal kadang-kadang diam itu nama lain dari gengsi.

Raja Ahas hari ini ditawari sesuatu yang luar biasa: "Mintalah suatu pertanda dari TUHAN, Allahmu." Cek kosong dari langit. Tetapi Ahas menolak dengan alasan yang kedengaran saleh: aku tidak mau mencobai TUHAN. Kedengarannya rendah hati. Sebenarnya ia sudah punya rencana sendiri dan tidak ingin diganggu Allah. Maka Yesaya berkata: Tuhan sendirilah yang akan memberi pertanda. Seorang perempuan muda mengandung, dan anaknya dinamai Imanuel.

Kemarin kita mendengar Zakharia yang ragu di Bait Suci. Hari ini pertanda yang dijanjikan itu tiba di sebuah rumah sederhana di Nazaret. Maria juga bertanya, seperti Zakharia. Tetapi tanyanya berbeda: bukan menolak, melainkan ingin mengerti. Dan setelah mendengar, ia membuka diri selebar-lebarnya: "Jadilah padaku menurut perkataanmu itu."

Allah tidak pernah bosan menawarkan diri. Yang sering jadi soal adalah kita, yang menutup pintu sambil kelihatan sopan. Hari ini, beranikah kita sungguh meminta?

Tuhan, runtuhkanlah gengsiku. Ajarilah aku meminta, dan lebih lagi, menerima kehendak-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →