Sabtu, 18 Desember 2027
Tulus dan Diam
Ada orang yang kebaikannya tidak berbunyi. Ia menolong tanpa mengumumkan, mengalah tanpa menggerutu, dan ketika dikecewakan, ia memilih tidak mempermalukan siapa pun. Orang seperti ini jarang jadi berita. Tetapi rumah tangga, kampung, dan Gereja berdiri di atas punggung mereka.
Kemarin kita membaca silsilah panjang yang berujung pada satu nama: Yusuf, suami Maria. Hari ini kita melihat isi hatinya. Tunangannya mengandung, dan ia tahu anak itu bukan darinya. Menurut hukum, ia berhak menuntut. Tetapi Matius mencatat kalimat yang indah: Yusuf seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama istrinya di muka umum. Bahkan dalam kecewa yang paling dalam, pikiran pertamanya melindungi Maria.
Kepada hati semacam itulah malaikat datang dalam mimpi: "Jangan takut mengambil Maria sebagai isterimu." Dan Yusuf bangun, lalu berbuat seperti yang diperintahkan. Tanpa satu kata pun tercatat dari mulutnya di seluruh Injil. Ketaatannya berbicara jauh lebih nyaring daripada kata-kata.
Yeremia menubuatkan Tunas adil yang tumbuh bagi Daud. Tunas itu kelak tumbuh dalam perlindungan seorang tukang kayu yang pendiam. Allah rupanya senang menitipkan rencana besar kepada orang yang tulus dan tidak gaduh.
Tuhan, berilah aku hati Yusuf: tulus ketika kecewa, taat tanpa banyak bicara. Amin.