‹ Semua renungan

Rabu, 27 Oktober 2027

Keluhan yang Tak Terucapkan

Bacaan I Roma 8:26-30 Mazmur Mazmur 13:4-6 Injil Lukas 13:22-30

Saat melayat sahabat yang kehilangan anak, kata-kata mendadak habis. Kalimat penghiburan yang disiapkan di jalan terasa hambar semua. Akhirnya kita hanya duduk di sampingnya, menggenggam tangannya, dan diam. Anehnya, justru diam itu yang paling menghibur.

Paulus hari ini membawa kabar yang melegakan bagi semua orang yang pernah kehabisan kata di hadapan Allah: kita tidak tahu bagaimana sebenarnya harus berdoa, tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Ketika doa kita tinggal desah, tinggal air mata, tinggal diam yang panjang, Roh Kudus mengangkatnya dan menerjemahkannya di hadapan Bapa. Doa kita tidak pernah sendirian; selalu ada Pendoa lain di dalamnya.

Lalu Paulus melanjutkan dengan kalimat yang telah menguatkan orang beriman berabad-abad: Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia. Segala sesuatu, termasuk yang gelap dan yang tidak kita mengerti.

Kemarin kita mendengar tentang ragi yang bekerja diam-diam. Hari ini Yesus mengingatkan bahwa jalan-Nya tetap harus diperjuangkan: berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak. Pintu sesak dan Roh yang menolong bukan dua kabar yang bertentangan. Justru karena pintunya sesak, kita diberi Penolong.

Bawalah hari ini keluhan yang tidak sanggup kita ucapkan. Roh tahu artinya.

Roh Kudus, berdoalah di dalamku, terutama ketika aku sudah tidak tahu harus berkata apa. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →