‹ Semua renungan

Rabu, 6 Oktober 2027

Kata Pertama

Kata pertama seorang bayi hampir selalu sama di mana-mana: mama, papa, bapak. Bukan kata yang canggih. Tetapi satu kata itu cukup membuat seisi rumah gempar bahagia. Sebab kata pertama itu bukan sekadar bunyi, melainkan tanda relasi.

Para murid melihat Yesus berdoa, lalu meminta diajari. Menarik, mereka tidak minta diajari berkhotbah atau membuat mukjizat. Mereka minta diajari berdoa. Dan Yesus tidak memberi teori panjang. Ia memberi satu kata pembuka: Bapa. Semua yang lain mengalir dari kata itu. Rezeki harian, pengampunan, perlindungan. Semuanya urusan anak dengan bapanya.

Kemarin kita melihat Niniwe diampuni. Hari ini Yunus marah justru karena pengampunan itu. Allah menjawabnya dengan lembut, seperti bapak menghadapi anak yang merajuk: layakkah engkau marah? Lalu Ia memakai pohon jarak sebagai alat peraga. Engkau sayang pohon yang tidak kautanam, masakan Aku tidak sayang kota dengan seratus dua puluh ribu penduduk?

Begitulah Bapa yang kepada-Nya kita berdoa. Sabar kepada Niniwe, sabar kepada Yunus, sabar kepada kita. Maka jangan takut berdoa dengan sederhana. Satu kata yang jujur lebih berharga daripada seribu kata hafalan, sebab yang mendengarkan adalah Bapa, bukan juri lomba pidato.

Bapa, ajarilah aku memanggil-Mu setiap hari dengan hati seorang anak. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →