‹ Semua renungan

Jumat, 2 Juli 2027

Teman Semeja

Di meja makan, kita memilih. Undangan hajatan menempatkan tamu penting di depan. Arisan punya gengnya sendiri. Dengan siapa kita duduk makan, di situ orang membaca siapa kita. Anak sekolah tahu betul rasanya tidak kebagian tempat di meja kantin.

Kemarin kita mendengar Yesus menyatakan kuasa-Nya mengampuni dosa. Hari ini kuasa itu turun dan duduk di meja makan. Yesus memanggil Matius, pemungut cukai, orang yang dijauhi karena dianggap kaki tangan penjajah. Lalu Ia makan di rumahnya, dikelilingi para pendosa. Bagi Matius, undangan makan itu tanda diterima. Sekali semeja, ia bukan lagi orang buangan.

Orang Farisi protes. Wajar. Menurut hitungan mereka, kesucian dijaga dengan jarak. Yesus menjawab dengan logika tabib: bukan orang sehat yang memerlukan dokter, tetapi orang sakit. Dokter yang takut ketularan tidak akan pernah menyembuhkan siapa-siapa. Kedekatan-Nya bukan kompromi dengan dosa, melainkan cara-Nya menyembuhkan.

Yang Kukehendaki ialah belas kasihan, bukan persembahan. Kalimat ini pantas ditempel di dekat meja makan kita. Sebab kita pun diam-diam menyusun daftar: siapa layak didekati, siapa sebaiknya dihindari.

Adakah satu nama yang selama ini kita coret dari meja kita? Mungkin sudah waktunya kursi itu ditawarkan kembali.

Tuhan Yesus, Engkau tak segan semeja dengan orang berdosa seperti aku. Ajarilah aku melebarkan mejaku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →