‹ Semua renungan

Selasa, 4 Mei 2027

Nyanyian Tengah Malam

Ibu-ibu kita punya kebiasaan ajaib: menyanyi kecil sambil memasak, justru ketika beban rumah sedang berat. Lagunya pelan, kadang sumbang. Tetapi dari dapur itu seisi rumah tahu: masih ada harapan.

Paulus dan Silas didera, dijebloskan ke ruang penjara paling tengah, kaki dipasung. Apa yang mereka lakukan tengah malam? Menyanyi memuji Allah. Bukan setelah bebas. Justru saat masih terpasung. Bilur di punggung masih basah, perkara belum jelas, besok belum tentu selamat. Tetapi pujian tetap naik. Dan para tahanan lain mendengarkan. Nyanyian itu lebih dulu meruntuhkan tembok ketakutan sebelum gempa meruntuhkan sendi penjara. Ujungnya mengharukan: kepala penjara yang nyaris membunuh diri malam itu membasuh bilur mereka, lalu ia dan seisi rumahnya dibaptis.

Dari mana kekuatan menyanyi di tempat gelap? Injil hari ini memberi jawabnya. Yesus menjanjikan Penghibur. Kata aslinya Parakletos, artinya yang dipanggil untuk mendampingi. Roh Kudus bukan pengganti yang menyapa dari jauh. Ia pendamping yang duduk di sisi kita, juga di sel yang paling tengah.

Malam kita masing-masing bisa berbeda: tagihan, sakit, rumah yang sedang tidak baik-baik saja. Masih sanggupkah kita bersenandung memuji Tuhan di situ?

Roh Penghibur, dampingilah aku di malam-malamku, dan letakkanlah pujian di bibirku sebelum fajar tiba. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →