‹ Semua renungan

Senin, 25 Januari 2027

Putar Balik

Di jalan raya, ada satu manuver yang paling enggan dilakukan orang yang tersesat: putar balik. Kita lebih rela meneruskan jalan yang salah berkilo-kilo sambil berharap nanti ketemu sendiri jalannya. Mengakui salah arah itu berat. Makin jauh melaju, makin berat.

Saulus sedang melaju kencang di jalannya sendiri. Terpelajar, dididik Gamaliel, giat bekerja bagi Allah, dan yakin sekali bahwa menganiaya para pengikut Yesus adalah bakti sucinya. Orang yang paling sulit berputar balik memang bukan yang malas, melainkan yang merasa paling benar.

Maka Allah menghentikannya di tengah hari, dekat Damsyik, dengan cahaya yang menyilaukan dan satu pertanyaan: "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?" Bukan "menganiaya mereka". Aku. Ternyata setiap luka yang ia buat pada jemaat dirasakan Kristus sendiri.

Hari ini Gereja merayakan peristiwa putar balik terbesar dalam sejarahnya. Penganiaya menjadi rasul bangsa-bangsa, yang kelak membawa Injil sampai ke ujung dunia. Dan semuanya diawali bukan dengan hukuman, melainkan dengan sapaan nama, dua kali, lembut: Saulus, Saulus.

Kepada kita yang sedang melaju di jalan yang keliru, suara itu masih sama. Tidak menghardik. Hanya memanggil nama.

Tuhan, hentikanlah aku di jalanku yang keliru, dan berilah aku kerendahan hati untuk berputar balik kepada-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →