‹ Semua renungan

Senin, 9 November 2026

Air dari Ambang Pintu

Hampir setiap keluarga besar punya satu rumah induk. Rumah nenek, misalnya. Ke sanalah semua orang pulang saat Natal atau Lebaran. Bangunannya mungkin tua, tetapi dari rumah itulah semua berasal.

Hari ini Gereja sedunia merayakan pemberkatan Basilika Lateran, gereja katedral Paus di Roma, yang dijuluki ibu segala gereja. Aneh juga, merayakan sebuah gedung. Tetapi bacaan-bacaan hari ini cepat meluruskan arah. Yehezkiel melihat air keluar dari ambang pintu Bait Suci, mengalir makin jauh dan makin dalam, dan ke mana saja air itu sampai, semuanya hidup. Bahkan laut yang asin menjadi tawar. Rumah Allah diukur bukan dari megahnya, melainkan dari apa yang mengalir keluar darinya.

Dalam Injil, Yesus mengusir para pedagang dari Bait Allah, lalu berkata: rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali. Yang Ia maksud adalah tubuh-Nya sendiri. Bait Allah yang sesungguhnya bukan tumpukan batu, melainkan pribadi yang hidup. Dan sejak pembaptisan, tubuh kita pun ikut menjadi bait-Nya.

Maka pertanyaan hari ini untuk kita, gereja-gereja kecil yang berjalan kaki: dari ambang pintu hidup kita, air apa yang mengalir keluar? Yang menawarkan, atau yang mengasinkan?

Tuhan, jadikan hidupku bait-Mu, dan alirkanlah dari padanya air yang menghidupkan sesamaku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →