Sabtu, 7 November 2026
Ilmu Secukupnya
Resep masakan warisan nenek punya takaran yang aneh: garam secukupnya. Berapa gram itu? Tidak pernah ditulis. Tangan yang sudah lama memasak tahu sendiri, dan anehnya masakannya hampir selalu pas. Secukupnya itu ilmu, bukan angka.
Paulus menutup suratnya kepada jemaat Filipi dengan ilmu yang sama: aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Perhatikan kata belajar. Rasa cukup bukan bakat bawaan. Ia dilatih pelan-pelan, lewat kenyang dan lapar, kelimpahan dan kekurangan. Paulus pernah mengalami keduanya. Dan rahasianya bukan mental baja, melainkan sebuah relasi: segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
Injil hari ini melanjutkan kisah bendahara cerdik kemarin dan menyebut lawan dari rasa cukup itu dengan nama terang: Mamon. Yesus tegas, seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Uang itu pelayan yang baik tetapi majikan yang rakus. Berapa pun disetor, ia selalu berkata kurang. Orang Farisi yang gila uang mencemoohkan Yesus, dan jawaban-Nya menusuk: kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu.
Hari ini baik kita memeriksa dapur hati sendiri. Takaran mana yang sedang kita pakai untuk hidup: secukupnya, atau sebanyak-banyaknya?
Tuhan, Engkaulah kekuatanku. Ajarilah aku ilmu cukup, supaya hatiku merdeka dari tuan yang palsu. Amin.