‹ Semua renungan

Selasa, 20 Oktober 2026

Lampu Teras

Di banyak rumah ada kebiasaan kecil yang hangat: lampu teras dibiarkan menyala kalau ada anggota keluarga yang belum pulang. Lampu itu bahasa tanpa kata. Artinya: kami menunggumu, pintu ini belum selesai dengan kamu.

Yesus meminta murid-murid-Nya hidup seperti itu: hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. Seperti hamba yang menanti tuannya pulang dari pesta perkawinan, entah tengah malam entah dinihari, supaya begitu pintu diketok, segera dibuka.

Menunggu itu pekerjaan yang tidak kelihatan. Tidak ada tepuk tangan untuk orang yang berjaga. Godaan terbesarnya bukan kejahatan besar, melainkan kantuk: pelan-pelan lengah, pelan-pelan merasa tuannya masih lama, pelan-pelan mematikan lampu.

Lalu perumpamaan ini menyimpan kejutan yang hampir tidak masuk akal. Tuan yang pulang dan mendapati hambanya berjaga justru akan mengikat pinggangnya sendiri, mempersilakan mereka duduk makan, dan datang melayani mereka. Tuan mana yang begitu? Hanya satu: Tuhan yang membasuh kaki murid-murid-Nya. Kesetiaan kita menunggu Dia ternyata dibalas dengan Dia yang melayani kita.

Kedatangan-Nya bisa kapan saja: di akhir zaman, di akhir hidup, atau diam-diam hari ini lewat orang yang butuh pertolongan.

Masihkah lampu teras kita menyala?

Tuhan, jagalah pelitaku tetap menyala, supaya kapan pun Engkau mengetok, aku siap membuka. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →