‹ Semua renungan

Jumat, 31 Juli 2026

Api dari Ranjang Sakit

Sulit sekali percaya bahwa orang yang kita kenal lama bisa berubah. Ah, dia kan dulu begitu. Ah, dia itu anaknya si anu. Label lama lengket seperti cap pada karung. Sekali tertera, seumur hidup dibaca orang.

Yesus mengalaminya di kampung-Nya sendiri. Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Orang Nazaret terlalu hafal masa lalu-Nya untuk bisa melihat siapa Dia sekarang. Yeremia lebih pahit lagi: ia diancam mati di rumah Tuhan, oleh para imam dan nabi sendiri.

Hari ini Gereja mengenang Santo Ignasius dari Loyola, bukti bahwa Allah tidak memenjarakan orang dalam labelnya. Ignasius muda adalah perwira yang haus kehormatan. Peluru meriam di Pamplona meremukkan kakinya sekaligus karier militernya. Di ranjang sakit yang membosankan, karena tidak ada bacaan lain, ia membaca riwayat Kristus dan para kudus. Diam-diam hatinya terbakar. Namanya seakan menjadi nubuat: dekat dengan kata Latin ignis, api. Dari ranjang sakit itu lahirlah Serikat Yesus dan semboyan ad maiorem Dei gloriam, demi semakin besarnya kemuliaan Allah.

Orang Loyola mungkin tetap mengingat Ignasius yang dulu. Untunglah Allah tidak.

Siapa yang masih kukunci rapat dalam label lamanya?

Tuhan, nyalakan api-Mu dalam diriku, dan beri aku mata yang percaya bahwa siapa pun bisa Kauubah. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →