Senin, 27 Juli 2026
Cara Kerja Ragi
Ibu-ibu pembuat roti tahu keajaiban ini. Ragi sesendok kecil diaduk ke dalam adonan sebaskom. Lalu adonan ditutup serbet dan didiamkan. Tidak ada suara. Tidak ada yang kelihatan bekerja. Satu jam kemudian serbet itu terangkat: adonan mengembang dua kali lipat. Diam-diam, dari dalam, semuanya berubah.
Yesus berkata, hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diadukkan seorang perempuan ke dalam tiga sukat tepung sampai khamir seluruhnya. Juga seumpama biji sesawi, benih paling kecil yang tumbuh menjadi pohon tempat burung bersarang.
Kita sering menginginkan cara kerja yang lain: perubahan besar, cepat, dan kelihatan. Gebrakan. Padahal Allah tampaknya lebih suka cara ragi. Senyap, sabar, dari dalam.
Bacaan pertama menunjukkan sisi sebaliknya. Lewat ikat pinggang yang dibiarkan lapuk di celah batu, Tuhan memperlihatkan nasib umat yang melepaskan diri dari-Nya: tidak berguna untuk apa pun. Ragi yang dikeluarkan dari adonan tidak mengkhamirkan apa-apa.
Maka jangan remehkan yang kecil-kecil: sapaan hangat di rumah, kejujuran di tempat kerja, doa singkat yang setia. Itulah ragi yang sedang bekerja.
Hari ini, ragi apa yang bisa kuaduk diam-diam ke dalam adonan keluargaku?
Tuhan, jadikan aku ragi-Mu: kecil, tersembunyi, tetapi mengubah dari dalam. Amin.