Rabu, 8 Juli 2026
Nama-Nama Biasa
Di pos ronda kampung biasanya tertempel selembar kertas berisi daftar nama. Bukan nama orang hebat. Nama tetangga: tukang bakso, guru honorer, pensiunan. Tetapi begitu nama kita tertulis di situ, kita tahu satu hal: kita dihitung, kita diharapkan datang.
Kemarin Yesus menyuruh para murid meminta pekerja kepada empunya tuaian. Hari ini doa itu dijawab, dan jawabannya membuat kita tersenyum: yang diutus adalah mereka sendiri. Matius menuliskan kedua belas nama itu satu per satu, lengkap. Seakan mau berkata: panggilan tidak pernah borongan. Allah memanggil dengan nama.
Dan lihatlah siapa saja yang tertulis. Matius pemungut cukai, kaki tangan penjajah, berdampingan dengan Simon orang Zelot yang membenci penjajah. Ada nelayan. Ada Yudas yang kelak berkhianat. Ini bukan daftar orang saleh yang sempurna, melainkan daftar orang biasa yang bersedia berangkat. Rupanya kesediaan lebih dicari daripada kesempurnaan.
Nabi Hosea hari ini berseru, "Bukalah bagimu tanah baru." Barangkali tanah baru itu sesederhana kesediaan menganggap nama kita ikut tertulis dalam daftar utusan.
Kalau Yesus hari ini menulis daftar pekerja untuk lingkungan dan parokiku, beranikah aku menemukan namaku di sana?
Tuhan, Engkau memanggilku dengan namaku. Jangan biarkan aku berpura-pura tidak mendengar. Amin.