‹ Semua renungan

Sabtu, 4 Juli 2026

Bukan Tambal Sulam

Setiap ibu rumah tangga tahu batasnya menambal. Baju yang sudah lapuk tidak tertolong oleh kain baru; tambalannya justru mencabik. Ban dalam yang sudah delapan kali ditambal lebih baik diganti. Ada titik di mana menambal berhenti menjadi hemat dan mulai menjadi keras kepala.

Yesus memakai gambar sesederhana itu. Kain baru pada baju tua. Anggur baru dalam kantong kulit tua. Kabar gembira Kerajaan tidak bisa dijahitkan begitu saja pada hidup lama yang enggan berubah. Ia butuh wadah baru: hati yang lentur, kebiasaan yang rela dibongkar.

Bacaan pertama menutup kitab Amos dengan janji yang sama besarnya. Allah tidak berkata akan menambal pondok Daud yang roboh. Ia berkata akan mendirikannya kembali. Lalu mengalirlah gambaran kelimpahan: pembajak menyusul penuai, gunung-gunung meniriskan anggur baru. Pemulihan Allah bukan tambal sulam. Ia membangun baru.

Kita sering meminta Tuhan sekadar menambal hidup kita sedikit di sana-sini, asal jangan mengusik pola lamanya. Padahal yang Ia tawarkan jauh lebih berani daripada itu. Kita takut kehilangan yang lama, padahal yang baru jauh lebih lapang.

Bagian mana dari hidupku yang masih kupertahankan sebagai kantong tua?

Tuhan, aku sering hanya meminta tambalan. Beranikanlah aku menerima hidup yang Kaubangun baru. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →