‹ Semua renungan

Kamis, 25 Juni 2026

Sesudah Banjir Surut

Dua rumah bisa tampak kembar dari jalan. Cat sama, genting sama, pagar sama. Perbedaannya baru ketahuan waktu banjir datang. Yang satu tetap berdiri, yang satu retak lalu rubuh. Sebab yang membedakan keduanya tersembunyi di dalam tanah: fondasi.

Yesus menutup khotbah di bukit dengan perumpamaan dua pembangun itu. Yang bijaksana mendirikan rumah di atas batu, yang bodoh di atas pasir. Perhatikan baik-baik: hujan, banjir dan angin melanda keduanya. Menjadi murid tidak membebaskan orang dari badai. Yang dijanjikan bukan langit selalu cerah, melainkan rumah yang tidak rubuh.

Dan apa batu itu? Yesus menyebutnya jelas: setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya. Mendengar saja belum menjadi fondasi. Rajin ibadah, hafal ayat, aktif di lingkungan, semua itu masih bahan bangunan di atas tanah. Fondasinya adalah melakukannya.

Bacaan pertama menunjukkan versi nyatanya: Yerusalem jatuh, raja dan rakyatnya diangkut ke Babel. Bangsa yang punya Bait Allah megah ternyata rubuh, sebab firman lama didengar tanpa dilakukan.

Badai tidak pernah mengirim pemberitahuan sebelum datang. Fondasi hanya bisa dikerjakan sekarang, selagi cuaca terang.

Dari firman yang kita dengar minggu ini, mana satu yang sungguh sudah kita lakukan?

Tuhan, jangan biarkan imanku berhenti di telinga. Turunkanlah ia ke tangan dan kakiku, menjadi batu yang kokoh. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →