‹ Semua renungan

Sabtu, 13 Juni 2026

Membakar Bajak

Petani tahu harga sebuah bajak. Itu alat hidupnya. Selama bajak masih tersimpan, ia selalu bisa kembali ke sawah. Maka yang dilakukan Elisa hari ini sungguh nekat: dipanggil Elia, ia menyembelih sepasang lembunya dan memasak dagingnya dengan kayu bajaknya sendiri.

Kemarin kita mendengar Tuhan menyuruh Elia mengurapi Elisa menjadi penggantinya. Hari ini panggilan itu dijatuhkan: Elia melemparkan jubahnya kepada anak muda yang sedang membajak. Elisa minta pamit mencium ayah ibunya, lalu membuat perpisahan yang tidak setengah-setengah. Lembu disembelih, bajak dibakar, orang sekampung diberi makan. Tidak ada jalan pulang. Ya-nya utuh.

Injil hari ini seperti menulis keterangan di bawah gambar itu: jika ya, katakanlah ya; jika tidak, katakanlah tidak. Yang lebih dari itu berasal dari si jahat. Yesus bukan hanya melarang sumpah. Ia merindukan manusia yang perkataannya bisa dipegang tanpa jaminan tambahan.

Hari ini kita mengenang Hati Maria yang tak bernoda. Hati tak bernoda itulah yang sanggup mengucapkan ya paling bersih dalam sejarah: jadilah padaku menurut perkataanmu. Tanpa syarat. Tanpa bajak cadangan.

Masihkah ada ya kita yang disertai pintu darurat untuk mundur?

Tuhan, aku sering berkata ya sambil menyimpan jalan pulang. Ajarilah aku dari Elisa dan dari Maria: ya yang utuh. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →