‹ Semua renungan

Jumat, 5 Juni 2026

Menebang Pohon Keramat

Hampir setiap kampung punya pohon tua yang disegani. Beringin di perempatan, randu di ujung jalan. Orang lewat menunduk, sebagian menaruh sesaji. Takut pada pohon kadang lebih nyata daripada takut pada Tuhan.

Santo Bonifasius, yang kita kenang hari ini, menghadapi hal serupa di tanah Jerman abad kedelapan. Ada pohon ek raksasa yang dikeramatkan bagi dewa Donar. Bonifasius mengambil kapak dan menebangnya di depan orang banyak. Semua menunggu petir menyambar. Petir tidak datang. Pohon tumbang, dan dari kayunya ia membangun kapel. Ribuan orang minta dibaptis.

Dari mana keberanian semacam itu? Bacaan pertama memberi petunjuk. Paulus mengingatkan Timotius: dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci. Bonifasius pun dibesarkan oleh firman sejak belia di biara. Orang yang akrab dengan firman tahu mana yang layak ditakuti dan mana yang tidak. Segala tulisan yang diilhamkan Allah, kata Paulus, bermanfaat untuk mengajar, menegur, memperbaiki, mendidik.

Kita mungkin tidak menyembah pohon. Tapi ada saja yang kita keramatkan diam-diam: ramalan, hari baik, angka sial, komentar orang. Pohon-pohon itu juga perlu ditebang.

Pohon apa yang masih berdiri di halaman hati kita?

Tuhan, firman-Mu kapak yang membebaskan. Tebanglah semua yang kukeramatkan selain Engkau. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →