‹ Semua renungan

Sabtu, 23 Mei 2026

Jangan Menoleh ke Nasib Orang Lain

Baru saja diberi tugas berat, Petrus menoleh. Ia melihat murid yang dikasihi Yesus mengikuti dari belakang, lalu bertanya: "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?" Baru dipanggil, sudah membanding-bandingkan.

Kita pun sering begitu. Baru menerima salib sendiri, mata sudah melirik ke halaman orang. Mengapa jalanku terjal, jalannya mulus? Mengapa aku diminta banyak, dia dibiarkan santai? Perbandingan itu meracuni, mengubah rasa syukur menjadi iri.

Jawaban Yesus tegas tapi membebaskan: "Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku." Nasib orang lain ada di tangan Tuhan, dan itu bukan wewenang kita. Yang menjadi urusan kita hanya satu: mengikut Dia, di jalan yang untuk kita.

Bacaan pertama menutup kisah Paulus dengan indah. Ia sampai di Roma sebagai tahanan, tinggal di rumah sewaan, tetapi "dengan terus terang dan tanpa rintangan apa-apa ia memberitakan Kerajaan Allah." Paulus tidak sibuk membandingkan penjaranya dengan kebebasan orang lain. Ia menekuni panggilannya di tempat ia berada.

Injil Yohanes ditutup dengan pengakuan jujur: masih banyak yang Yesus perbuat, tak akan termuat semua kitab di dunia. Termasuk kisah hidup kita masing-masing, yang unik dan tak perlu disamakan dengan siapa pun.

Nasib siapa yang sedang kita bandingkan dengan nasib kita sendiri hari ini?

Tuhan, tariklah pandanganku dari jalan orang lain. Biar aku menekuni panggilanku sendiri dan mengikut Engkau. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →