‹ Semua renungan

Sabtu, 25 April 2026

Kekhawatiran yang Dipikul Sendiri

Ada beban yang tidak kelihatan tetapi paling melelahkan, yaitu kekhawatiran yang kita pikul diam-diam. Ia tidak tampak di punggung, tetapi membuat tidur gelisah dan pikiran tak pernah benar-benar istirahat. Sepanjang hari kita menggendongnya sendiri, seolah dengan mengkhawatirkan sesuatu kita sedang menjaganya tetap aman.

Petrus, yang pernah tenggelam karena takut di danau, menulis nasihat yang lahir dari pengalaman: serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. Lalu ia memperingatkan bahwa si Iblis berjalan keliling seperti singa yang mengaum-aum, mencari orang yang dapat ditelannya. Menarik, singa memang paling mudah menerkam mangsa yang sudah lelah dan terpisah sendirian dari kawanan. Hati yang dihabiskan oleh kekhawatiran adalah mangsa yang empuk.

Hari ini Gereja merayakan Santo Markus, penulis Injil yang lambangnya justru seekor singa. Tetapi singa Markus adalah singa yang mengabarkan kabar baik, bukan yang menerkam. Injilnya ditutup dengan perutusan: pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Orang yang sudah menyerahkan kekhawatirannya kepada Tuhan menjadi ringan untuk diutus.

Rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, kata Petrus, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. Menyerahkan kekhawatiran ternyata sebuah tindakan kerendahan hati: mengakui bahwa bukan kita yang memegang dunia di tangan kita, melainkan Dia.

Tuhan, kuletakkan segala kekhawatiran yang kupikul diam-diam ke dalam tangan-Mu yang kuat. Peliharalah aku, dan jadikanlah aku ringan untuk mewartakan kabar baik-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →