‹ Semua renungan

Rabu, 22 April 2026

Makin Ditekan Makin Menyebar

Air yang dibendung tidak pernah benar-benar berhenti. Ia mencari celah, merembes ke samping, naik meninggi, sampai akhirnya menemukan jalan keluar. Menutup satu arah sering justru membuatnya menyebar ke banyak arah. Yang dikira menghentikan malah memencarkan.

Kemarin kita mendengar Stefanus gugur dan penganiayaan besar dimulai terhadap jemaat di Yerusalem. Sekilas ini bencana. Para murid tercerai-berai, terusir dari rumah dan kota mereka. Tetapi lihatlah apa yang ditulis Lukas hari ini: mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri sambil memberitakan Injil. Filipus pergi ke Samaria, banyak orang sakit disembuhkan, dan sangatlah besar sukacita di kota itu.

Penganiayaan yang dimaksudkan untuk memadamkan Injil justru menyebarkannya ke tempat-tempat yang mungkin tidak akan pernah dijangkau seandainya para murid tetap nyaman berkumpul di Yerusalem. Tekanan mengubah kumpulan yang terpusat menjadi benih yang berhamburan ke mana-mana. Tuhan rupanya sanggup memakai bahkan kejahatan orang untuk memperluas kerajaan-Nya.

Ini menghibur kita ketika iman terasa sedang tertekan, entah oleh keadaan, penolakan, atau kesulitan hidup. Yang kita alami sebagai himpitan bisa jadi sedang dipakai Tuhan untuk membawa kita, dan kabar baik yang kita bawa, ke tempat yang baru. Tidak semua tekanan bermaksud mematikan; sebagian justru menyebarkan.

Tuhan, ketika hidupku terasa terhimpit, pakailah himpitan itu untuk menyebarkan kebaikan-Mu. Jadikanlah aku benih yang tetap bertunas di tanah yang tak kupilih. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →