‹ Semua renungan

Sabtu, 4 April 2026

Yang Ditanam

Petani tahu bahwa menanam dan menguburkan tampak persis sama. Sebutir benih dijatuhkan ke dalam lubang, ditimbun tanah, lalu hilang dari pandangan. Bagi mata yang tidak paham, itu seperti membuang sesuatu yang baik ke dalam kegelapan. Bagi petani, justru di situlah panen dimulai. Bedanya bukan pada gerakan tangannya, melainkan pada harapan yang menyertai gerakan itu.

Sabtu Suci adalah hari ketika Tubuh Tuhan terbaring di dalam tanah. Sepanjang hari, Gereja seolah menahan napas di depan sebuah kubur yang tertutup. Tidak ada Misa, tidak ada Sakramen di altar. Dunia terasa sunyi, seperti ladang yang baru saja ditanami dan belum tampak apa-apa di permukaannya.

Tetapi malam ini kita berkumpul dalam gelap dan menyalakan api. Dari satu nyala kecil, terang menjalar dari lilin ke lilin, sampai seluruh gereja benderang. Kita mendengar kembali kalimat paling awal dari Kitab Suci: pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi; bumi belum berbentuk dan gelap gulita, lalu Allah berfirman, jadilah terang. Malam Paskah membawa kita kembali ke saat penciptaan, sebab yang terjadi malam ini memang sebuah penciptaan baru.

Paulus menjelaskan artinya lewat air baptis. Kita semua yang dibaptis dalam Kristus telah dibaptis dalam kematian-Nya; kita dikuburkan bersama Dia, supaya sama seperti Kristus dibangkitkan, kita pun hidup dalam hidup yang baru. Air pembaptisan itu seperti tanah yang menerima benih. Yang tampak seperti tenggelam dan berakhir justru adalah tempat kehidupan dimulai. Manusia lama kita ditanam di situ, supaya manusia baru bertunas.

Maka ketika para perempuan datang menjelang menyingsingnya fajar, mereka disambut gempa bumi yang hebat dan seorang malaikat yang berkata: janganlah kamu takut, Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit seperti yang dikatakan-Nya. Benih yang ditanam pada Jumat sore ternyata bertunas pada pagi Paskah. Kubur bukan tempat penghabisan, melainkan ladang tempat Allah menumbuhkan hidup yang tak bisa mati lagi.

Inilah iman yang kita rayakan malam ini, dan yang mengubah cara kita memandang segala kehilangan. Apa pun yang kita serahkan kepada Allah dalam pengharapan tidak pernah sekadar lenyap. Ia ditanam. Dosa lama yang kita kubur dalam pertobatan, ketakutan yang kita serahkan, bahkan kematian orang yang kita kasihi, semuanya bisa menjadi tanah bagi kehidupan baru di tangan Allah yang membangkitkan.

Allah pencipta terang, Engkau mengubah kubur yang gelap menjadi ladang kehidupan. Tanamlah dalam diriku benih Paskah, dan bangkitkanlah aku dari segala yang telah mati dalam hidupku. Alleluya. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →