‹ Semua renungan

Senin, 16 Maret 2026

Percaya di Tengah Jalan

Petani yang selesai menanam benih pulang dengan tangan kosong. Tidak ada bukti apa-apa selain tanah yang rata. Tetapi ia menyiram, menunggu, dan malamnya tidur nyenyak. Percaya memang begitu: berjalan pulang membawa janji, bukan membawa hasil.

Pegawai istana di Kana itu memohon supaya Yesus datang ke Kapernaum, sebab anaknya hampir mati. Yesus tidak ikut. Ia hanya memberi satu kalimat: "Pergilah, anakmu hidup!" Tidak ada tanda, tidak ada jaminan tertulis. Dan Injil mencatat kalimat yang indah: orang itu percaya akan perkataan Yesus, lalu pergi.

Perjalanan Kana ke Kapernaum bukan perjalanan singkat. Berjam-jam ia melangkah hanya berbekal sepotong kalimat. Baru di tengah jalan hamba-hambanya menyongsong dengan kabar: anaknya hidup, demamnya hilang tepat pada jam Yesus berbicara.

Banyak dari kita sedang berada di tengah jalan itu. Sudah berdoa, belum melihat hasil. Yang tersedia hanya perkataan-Nya. Yesaya hari ini memperdengarkan janji tentang langit baru dan bumi baru, tempat tangisan tidak terdengar lagi. Itu pun masih di depan. Iman adalah berjalan pulang dengan tenang, sebelum kabar baik datang menyongsong.

Tuhan, aku percaya pada perkataan-Mu meski belum melihat buahnya. Temani langkahku di tengah jalan ini. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →