Sabtu, 21 Februari 2026
Meja Lewi
Lihatlah meja makan seseorang, maka tampak siapa dia. Siapa yang diundang, siapa yang tidak akan pernah diundang. Meja adalah peta pergaulan kita.
Lewi duduk di meja yang dibenci orang: meja cukai, tempat uang rakyat disedot untuk penjajah. Satu kalimat Yesus, ikutlah Aku, dan ia berdiri meninggalkan segalanya. Lalu hal pertama yang dibuatnya: mengadakan perjamuan besar di rumahnya. Meja cukai ditinggalkan, meja persaudaraan dibuka. Orang yang disentuh rahmat rupanya ingin orang lain ikut mencicipinya.
Orang Farisi bersungut-sungut melihat Yesus makan bersama pemungut cukai dan orang berdosa. Jawaban Yesus menjadi salah satu kalimat paling melegakan dalam Injil: bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Kabar baiknya, kita semua masuk daftar pasien.
Kemarin Yesaya berbicara tentang puasa yang berbuah bagi sesama; hari ini nabi itu melanjutkan janjinya: engkau akan seperti taman yang diairi, dan akan disebut yang memperbaiki tembok yang tembus. Prapaskah memang bukan hanya soal pantang. Ia juga soal meja: siapa yang selama ini tidak pernah kuundang?
Tuhan, Tabib jiwaku, sembuhkanlah aku, dan luaskan mejaku bagi mereka yang Kaurindukan. Amin.