Sabtu, 14 Februari 2026
Roti dan Aksara
Huruf-huruf yang sedang Anda baca ini pernah tidak ada. Seseorang harus menciptakannya. Bagi bangsa Slavia, seseorang itu adalah dua bersaudara dari Tesalonika: Sirilus dan Metodius, yang kita kenang hari ini.
Mereka diutus mewartakan Injil kepada bangsa yang belum punya aksara. Banyak orang zaman itu berkeras: ibadat hanya pantas dalam bahasa Latin, Yunani, atau Ibrani. Kedua bersaudara itu berpikir sebaliknya. Mereka menyusun abjad baru, lalu menerjemahkan Kitab Suci dan liturgi ke bahasa Slavia. Dari rintisan itu lahir aksara Kiril yang dipakai ratusan juta orang sampai hari ini.
Markus, yang kemarin menutup kisah Efata dengan decak takjub orang banyak, hari ini menunjukkan sumber segala karya itu: hati Yesus. Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini, kata-Nya, sudah tiga hari mereka tidak makan. Tujuh roti dipecah, empat ribu orang kenyang.
Sirilus dan Metodius melakukan hal yang sama dengan roti yang lain. Firman adalah roti, dan roti harus dipecah dalam bahasa yang dimengerti, supaya sampai ke mulut orang kecil. Warta iman yang tidak dipahami itu seperti roti yang hanya dipajang: mengenyangkan mata saja.
Tuhan, jadikan hidupku bahasa yang mudah dibaca orang untuk mengenal kasih-Mu. Amin.