Santa Skolastika
Skolastika lahir di Nursia, Italia, dari keluarga berada, dan menurut tradisi adalah saudari kembar Santo Benediktus. Sejak muda ia membaktikan diri kepada Allah. Ketika Benediktus mendirikan biara di Monte Cassino, Skolastika menetap tak jauh dari sana di Plombariola dan memimpin sebuah biara perempuan, cikal bakal biarawati Benediktin.
Kisah yang paling dikenang adalah pertemuan terakhir mereka. Merasa ajalnya dekat, Skolastika memohon kakaknya tinggal semalam lagi untuk berbincang tentang hidup rohani. Benediktus menolak karena aturan biara. Skolastika lalu berdoa, dan seketika turun badai hebat sehingga Benediktus tak bisa pulang. Allah mendengarkan dia karena ia lebih mengasihi, tulis Paus Gregorius. Tiga hari kemudian Skolastika wafat; Benediktus melihat jiwanya naik ke surga sebagai merpati putih.
Pelindung: para biarawati Benediktin.