‹ Ensiklopedia Orang Kudus

S. Yohanes Krisostomus

Peringatan 13 September Uskup dan Pujangga Gereja ± 347-407

Yohanes lahir sekitar tahun 347 di Antiokhia, dari keluarga seorang perwira tinggi. Ia belajar retorika di bawah guru termasyhur, lalu memilih hidup asketis dan menekuni Kitab Suci. Ditahbiskan menjadi imam, ia menjadi pengkhotbah yang begitu memukau sehingga umat menjulukinya Krisostomus, yang berarti si Mulut Emas.

Khotbahnya jelas, berapi-api, dan langsung menyentuh hidup sehari-hari. Ia menafsirkan Kitab Suci dengan sederhana namun mendalam, dan tak segan menegur ketidakadilan serta penyalahgunaan kekayaan. Pada tahun 397 ia diangkat menjadi Uskup Agung Konstantinopel. Di sana ia hidup bersahaja, membela kaum miskin, dan memperbarui kehidupan rohani para rohaniwan.

Justru keberaniannya menegur kemewahan istana membuatnya dibenci oleh kalangan berkuasa, terutama Permaisuri Eudoksia. Ia diadili secara tidak adil dan diasingkan. Dalam pembuangan yang berat, dipaksa berjalan berbulan-bulan di tengah hujan dan dingin, tubuhnya tak kuat lagi. Ia wafat di Komana pada 14 September 407, dengan kata-kata terakhir yang tersohor, Doxa to Theo panton heneken, Kemuliaan bagi Allah atas segala sesuatu.

Ia dihormati sebagai salah satu Pujangga besar Gereja Timur dan tulisan-tulisannya tetap dibaca hingga kini.

Pelindung: para pengkhotbah dan pembicara.

📅 Lihat di Doa Hari Ini (13 September)