S. Ambrosius
Ambrosius lahir sekitar tahun 340 di Trier, dari keluarga Kristen Romawi terpandang; ayahnya menjabat gubernur wilayah Gaul. Ia dididik dengan baik dalam bahasa Latin, Yunani, dan ilmu hukum, lalu menjadi ahli hukum yang disegani. Karena kecakapannya, Kaisar mengangkatnya menjadi gubernur wilayah Liguria dan Aemilia yang berkedudukan di Milano, Italia Utara.
Titik balik hidupnya terjadi ketika Uskup Milano wafat dan umat berselisih keras antara golongan Katolik dan pengikut bidah Arianisme dalam memilih pengganti. Ambrosius datang untuk menenangkan kerumunan. Tiba-tiba terdengar suara seorang anak berseru, Ambrosius uskup! Seruan itu disambut seluruh umat secara aklamasi. Ambrosius menolak, sebab ia bahkan belum dibaptis, tetapi akhirnya menyerah pada desakan umat. Dalam waktu singkat ia dibaptis, ditahbiskan, dan diangkat menjadi uskup pada tahun 374.
Sebagai uskup ia membagikan hartanya kepada orang miskin dan mengabdikan seluruh hidupnya bagi umat. Ia berkhotbah dengan tekun, menggubah madah-madah Gereja, dan gigih membela iman melawan Arianisme. Ia bahkan berani menegur Kaisar Theodosius agar bertobat atas pembantaian di Tesalonika. Salah satu buah terindah pelayanannya adalah pertobatan Santo Agustinus, yang ia baptis pada tahun 387.
Ambrosius wafat pada tahun 397 dan dihormati sebagai salah satu dari empat Pujangga besar Gereja Barat, bersama Agustinus, Hieronimus, dan Gregorius Agung.
Pelindung: para peternak lebah, pembuat lilin, dan kota Milano.