Sabtu, 6 Desember 2031
Guru yang Tak Lagi Sembunyi
Siapa pun yang pernah belajar tahu bedanya guru yang hadir dan guru yang menghilang. Ada guru yang hanya memberi tugas lalu pergi, meninggalkan murid menebak-nebak sendiri. Ada guru yang duduk di samping, menunjuk, membetulkan pegangan pena, berkata pelan, begini caranya.
Yesaya menjanjikan guru jenis kedua. "Pengajarmu tidak akan menyembunyikan diri lagi, tetapi matamu akan terus melihat Dia." Dan lebih dari itu, telinga kita akan mendengar suara dari belakang, "Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya."
Ada penghiburan besar dalam kata dari belakang. Guru itu tidak berjalan jauh di depan sampai tak terjangkau, juga tidak menghakimi dari kejauhan. Ia berada tepat di belakang bahu kita, cukup dekat untuk berbisik ketika kaki mulai salah belok.
Barangkali inilah yang paling kita rindukan di masa sesak: bukan mukjizat yang spektakuler, melainkan kepastian bahwa kita tidak sedang berjalan sendirian menebak arah. Ada Suara yang mengikuti dari belakang.
Adven melatih telinga. Sebab suara itu pelan, dan mudah tertutup oleh keramaian kepala kita sendiri. Sudahkah hari ini kita berhenti sejenak, cukup lama untuk mendengar bisikan dari belakang bahu?
Tuhan, jadilah Guru yang tak menghilang. Ajari telingaku menangkap bisikan-Mu di tiap persimpangan. Amin.