Jumat, 28 November 2031
Yang Tidak Ikut Berlalu
Kemarin Daniel keluar hidup dari gua singa. Hari ini ia melihat penglihatan tentang empat binatang buas yang bangkit dari laut, satu demi satu, masing-masing menakutkan. Binatang-binatang itu melambangkan kerajaan-kerajaan yang datang silih berganti, berkuasa sebentar, lalu lenyap.
Yang menarik, di tengah semua yang berlalu itu, ada satu yang tidak. Daniel melihat seorang seperti anak manusia datang dengan awan-awan, dan kepadanya diberikan kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaan yang tidak akan musnah. Segala yang lain berganti; hanya kerajaan ini yang tinggal.
Injil hari ini menggemakannya dengan kalimat pendek yang mudah dihafal tetapi berat maknanya. Perhatikan pohon ara, kata Yesus. Begitu bertunas, kita tahu musim panas dekat. Segala sesuatu punya musimnya, tumbuh lalu berlalu. Lalu Yesus menutup: langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.
Renungkanlah betapa banyak yang kita kira abadi ternyata berlalu. Kerajaan-kerajaan besar tinggal nama di buku sejarah. Nama-nama terkenal dilupakan satu generasi kemudian. Bahkan langit dan bumi pun, kata Yesus, akan berlalu. Di tengah segala yang fana itu, sabda Tuhan berdiri tetap.
Kalau begitu, pada apa aku menaruh hidupku hari ini? Pada hal-hal yang cepat berlalu, atau pada sabda yang tidak ikut berlalu?
Tuhan, di tengah dunia yang serba berlalu, biarlah aku berpegang pada sabda-Mu yang tetap untuk selama-lamanya. Amin.