‹ Semua renungan

Selasa, 11 November 2031

Daun untuk Obat

Di kampung, sebuah mata air kecil sering dianggap sepele. Rembesannya cuma membasahi batu. Tetapi ikutilah alirannya ke bawah: makin jauh makin lebar, menghidupi sawah, kolam, dan dapur banyak orang. Sumbernya kecil, tetapi hidupnya mengalir jauh.

Yehezkiel melihat sungai semacam itu keluar dari Bait Suci. Makin jauh makin dalam, sampai laut yang mati menjadi tawar. Dan ada satu rincian yang mudah terlewat: di kedua tepi sungai itu tumbuh pohon-pohon yang buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat. Air dari tempat kudus itu tidak hanya menyegarkan; ia menyembuhkan.

Hari ini Gereja mengenang Santo Martinus dari Tours. Ia dikenal murah hati kepada orang miskin, tetapi yang lebih dalam dari satu perbuatan baik adalah seluruh hidupnya yang menjadi sumber: dari seorang serdadu ia menjadi gembala yang menyembuhkan banyak jiwa, sampai ke tempat-tempat yang jauh dari asalnya. Hidup satu orang kudus mengalir seperti sungai Yehezkiel.

Inilah panggilan yang sama untuk kita. Kristus, dalam Injil, menyebut tubuh-Nya sendiri sebagai Bait yang sejati, dan oleh permandian kita disatukan dengan Dia. Maka dari dalam diri kita pun mestinya ada yang mengalir keluar. Bukan sekadar air yang membasahi, melainkan yang menjadi obat: penghiburan bagi yang luka, maaf bagi yang bersalah.

Apa yang mengalir dari hidupku kepada orang di sekitarku, air yang menyembuhkan, atau justru yang meracuni?

Tuhan, jadikanlah hidupku sungai kecil dari mata air-Mu, agar buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat bagi sesama. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →