‹ Semua renungan

Jumat, 7 November 2031

Secerdik Itu untuk Uang

Bacaan I Roma 15:14-21 Mazmur Mazmur 98:1-4 Injil Lukas 16:1-8

Kemarin kita mendengar sukacita atas satu yang hilang ditemukan. Hari ini Yesus bercerita tentang orang yang justru nyaris kehilangan segalanya: seorang bendahara yang ketahuan menghambur-hamburkan milik tuannya dan akan dipecat.

Yang menarik bukan kecurangannya, melainkan kesigapannya. Begitu tahu jabatannya di ujung tanduk, ia langsung berpikir keras. Mencangkul tidak kuat, mengemis malu. Maka ia bergerak cepat mengamankan masa depannya, mengurangi utang para langganan supaya kelak ada yang menampungnya. Dan Yesus, anehnya, memuji kecerdikan itu.

Tentu bukan penipuannya yang dipuji. Yang disorot Yesus satu hal: anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya daripada anak-anak terang. Untuk urusan uang, jabatan, dan keamanan, kita bisa luar biasa kreatif, tekun, penuh perhitungan. Tetapi untuk urusan kekal, kita sering loyo dan kehabisan akal.

Coba jujur sebentar. Berapa banyak tenaga kita habiskan memikirkan cicilan, target, dan tabungan hari tua? Lalu berapa banyak yang tersisa untuk memikirkan bagaimana caranya semakin dekat dengan Tuhan dan berguna bagi sesama?

Paulus menghabiskan seluruh kecerdikannya untuk hal yang lain: memberitakan Injil sampai ke tempat yang belum pernah mendengar nama Kristus. Tenaga yang sama, arah yang berbeda.

Tuhan, asahlah akal budiku, dan pakailah kegigihanku bukan hanya untuk mengejar dunia, melainkan juga untuk Kerajaan-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →