Selasa, 14 Oktober 2031
Gelas di Warung Kopi
Di warung kopi, gelas dinilai dari dalamnya. Boleh saja bagian luarnya kusam bekas pegangan tangan, asal bagian dalamnya bersih, kopi tetap nikmat. Yang berbahaya justru sebaliknya: luar mengilap, dalam berkerak.
Yesus makan di rumah seorang Farisi, dan tuan rumah heran karena Ia tidak mencuci tangan lebih dulu. Jawaban Yesus telak: 'Kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan.' Lalu satu pertanyaan yang menohok: bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam?
Kita hidup di zaman yang sangat rajin memoles bagian luar. Penampilan dijaga, citra dirawat, kata-kata dipilih. Tidak salah. Tetapi kemarin Paulus mengingatkan bahaya menukar kebenaran Allah dengan dusta, dan dusta yang paling halus adalah dusta tentang diri sendiri.
Resep Yesus mengejutkan sederhananya: 'Berikanlah isinya sebagai sedekah, maka semuanya akan menjadi bersih bagimu.' Hati dibersihkan bukan dengan digosok sendirian, melainkan dengan dibagikan. Kikir membuat hati berkerak; memberi membuatnya bening. Bagian dalam mana yang selama ini kusembunyikan rapat di balik polesan luar?
Tuhan, Engkau menjadikan luar dan dalamku. Bersihkan hatiku dengan mengajariku memberi. Amin.