Selasa, 7 Oktober 2031
Duduk Dulu
Kemarin Yesus menutup perumpamaan orang Samaria dengan perintah, 'Pergilah, dan perbuatlah demikian!' Hari ini, di rumah Marta, pesannya seakan berbalik: Maria yang duduk diam justru dipuji. Mana yang benar: pergi atau duduk?
Dua-duanya, tetapi ada urutannya. Ibu-ibu di dapur tahu: santan harus diaduk pelan di atas api kecil dulu, baru masakan jadi. Yang langsung dibesarkan apinya justru pecah. Marta tidak salah karena melayani; ia ditegur karena kuatir dan menyusahkan diri. Kerja yang tidak berakar pada duduk mendengarkan memang cepat berubah menjadi gerutu.
Hari ini kita merayakan Santa Perawan Maria Ratu Rosario, dan Oktober adalah bulannya. Rosario berasal dari kata Latin rosarium, kebun mawar. Butir demi butir, Salam Maria demi Salam Maria, kita sebenarnya sedang melakukan yang dilakukan Maria dari Betania: duduk dekat kaki Tuhan, membiarkan kisah-Nya diputar pelan-pelan di hati.
Bahkan Niniwe dalam bacaan pertama bertobat karena mau berhenti dulu: rajanya turun dari takhta dan duduk di abu. Maukah aku menyisihkan sepuluh menit hari ini untuk duduk, sebelum sibuk?
Ya Maria, Ratu Rosario, ajari aku memilih bagian terbaik itu: duduk mendengarkan Puteramu. Amin.