‹ Semua renungan

Sabtu, 13 September 2031

Menggali Dalam

Dua rumah bisa tampak kembar dari jalan. Cat sama, genteng sama, pagar sama. Yang membedakan keduanya tersembunyi di bawah tanah, dan baru ketahuan saat banjir datang. Yang satu berdiri tenang. Yang satu rubuh.

Kemarin Yesus berbicara tentang balok di mata. Hari ini Ia melanjutkan ke akar yang lebih dalam: pohon dikenal dari buahnya, dan apa yang diucapkan mulut meluap dari hati. Lalu Ia menutup dengan perumpamaan dua pembangun rumah. Keduanya sama-sama mendengar perkataan-Nya. Bedanya satu: yang seorang melakukannya, yang lain tidak. Mendengar itu seperti membangun tembok yang kelihatan. Melakukan itu seperti menggali dasar: lama, melelahkan, tidak difoto orang.

Kita hidup di zaman yang gemar tampilan. Iman pun bisa ikut-ikutan: rajin tampak saleh, hafal ayat, tetapi fondasinya dangkal. Banjir kecil saja, entah sakit, entah kecewa pada Gereja, sudah cukup merubuhkannya.

Paulus, yang kemarin kita dengar bersyukur atas rahmat, hari ini mengaku terus terang: akulah yang paling berdosa, tetapi justru aku dikasihani. Itulah orang yang fondasinya dalam. Ia tidak berdiri di atas kesalehannya sendiri, melainkan di atas kerahiman Kristus.

Seberapa dalam aku menggali? Sampai ke batu, atau berhenti di tanah gembur pujian orang?

Tuhan Yesus, jadilah batu dasar hidupku, supaya aku tetap berdiri saat banjir datang. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →