Rabu, 10 September 2031
Desa Kecil di Peta
Ada desa-desa yang tidak tercetak di peta. Terlalu kecil. Papan namanya pun kusam, hurufnya tinggal separuh. Orang hanya melewatinya dalam perjalanan menuju kota yang lebih penting.
Betlehem semacam itu. Nabi Mikha menyebutnya dengan jujur: hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda. Tetapi justru kepada yang terkecil itu janji terbesar dialamatkan: dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala. Yang tidak masuk hitungan manusia ternyata masuk hitungan Allah.
Gereja masih berada dalam suasana pesta Kelahiran Santa Perawan Maria. Maria pun lahir tanpa berita, di keluarga yang tidak tercatat sejarah dunia. Nazaret, kampungnya, malah pernah diejek: mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret? Dari dua tempat kecil itulah, Betlehem dan Nazaret, keselamatan dunia dirajut.
Allah rupanya punya kebiasaan: memilih yang kecil, yang luput dari sorotan, yang tidak diperhitungkan. Bukan karena Ia anti pada yang besar, melainkan supaya jelas bahwa kekuatannya dari Dia, bukan dari kita.
Maka jangan cepat minder karena merasa kecil, tidak terkenal, tidak diperhitungkan. Justru di situ Allah paling leluasa bekerja.
Ya Allah, Engkau memandang yang kecil dengan kasih yang besar. Pakailah kekecilanku bagi rencana-Mu. Amin.