‹ Semua renungan

Selasa, 2 September 2031

Kentongan Malam

Di kampung, masih ada yang setia meronda. Ketika seisi rumah terlelap, beberapa orang duduk di gardu, menahan kantuk, memukul kentongan tiap jam. Pencuri tidak pernah mengirim surat pemberitahuan. Justru karena itu ada yang berjaga.

Paulus memakai gambaran yang sama: hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam. Tetapi ia buru-buru menambahkan, kamu bukan orang-orang malam. Kamu anak-anak terang. Bagi anak terang, kedatangan Tuhan bukan ancaman yang menakutkan, melainkan tamu yang dinanti. Orang yang berjaga tidak perlu takut kemalingan.

Kemarin kita mendengar Yesus diusir dari Nazaret, kampung halaman-Nya sendiri. Hari ini Ia mengajar di Kapernaum, dan orang-orang takjub sebab perkataan-Nya penuh kuasa. Roh jahat pun tunduk pada sepatah perintah-Nya. Pintu yang tertutup di satu tempat tidak menghentikan firman.

Berjaga-jaga ternyata sederhana: membiarkan firman yang penuh kuasa itu tetap terdengar di rumah hati kita, setiap hari, seperti kentongan yang tidak pernah absen. Malam boleh gelap. Yang penting lampu gardu tetap menyala. Apakah gardu hatiku masih ada yang menjaga?

Tuhan, jadikanlah aku anak terang yang berjaga, bukan karena takut, melainkan karena rindu menyambut-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →