‹ Semua renungan

Minggu, 20 Juli 2031

Sibuk Melayani, Lupa yang Dilayani

Minggu lalu kita mendengar tentang orang Samaria yang turun dari keledainya untuk menolong orang di pinggir jalan. Kasih, kita belajar, selalu berupa tindakan. Hari ini kita seperti diberi keseimbangannya, supaya jangan salah paham bahwa yang penting hanyalah sibuk berbuat.

Di Betania, Marta menyambut Yesus di rumahnya. Sambutan itu baik, bahkan mulia. Ia sibuk melayani, menyiapkan segala sesuatu bagi Tuhan dan rombongan-Nya. Tetapi di tengah kesibukan, ada yang mengganjal hatinya. Ia melihat adiknya, Maria, hanya duduk diam di kaki Yesus, mendengarkan. Marta mengadu: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri?"

Jawaban Yesus lembut sekaligus menusuk: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu." Perhatikan, Yesus tidak menegur pelayanannya. Ia menegur "kuatir dan menyusahkan diri" yang menyertainya. Masalahnya bukan tangan yang bekerja, melainkan hati yang gelisah sampai lupa siapa yang sedang dilayani.

Bandingkan dengan Abraham dalam bacaan pertama. Ia pun sibuk luar biasa menyambut tiga tamu di terik siang: berlari menyongsong, menyuruh Sara meremas tepung, memilih anak lembu yang empuk, berdiri melayani mereka makan. Sama sibuknya dengan Marta. Tetapi kesibukan Abraham lahir dari perjumpaan, bukan dari kegelisahan. Dan dari perjumpaan itu ia menerima janji terbesar: tahun depan Sara akan menggendong anak.

Jadi ini bukan soal memilih antara bekerja dan berdoa, antara dapur dan kaki Tuhan. Abraham melayani dan diberkati; Maria mendengarkan dan dipuji. Yang membedakan adalah apakah pelayanan kita masih terhubung dengan Pribadi yang kita layani, atau sudah berubah menjadi kesibukan yang berputar mengelilingi diri sendiri.

Betapa mudahnya kita menjadi Marta. Sibuk dalam kepanitiaan gereja sampai lupa berdoa. Repot menyiapkan pesta rohani sampai kehilangan sukacitanya. Melayani keluarga dengan tangan penuh, tetapi hati menggerutu. Paulus mengingatkan rahasia yang menjaga kita: "Kristus ada di tengah-tengah kamu." Dia bukan penonton pelayanan kita; Dia hadir, duduk, menunggu didengarkan.

Pekan ini, di tengah semua yang harus kita kerjakan, sediakanlah sebentar untuk duduk. Bukan untuk berhenti melayani, melainkan supaya pelayanan kita tidak kehilangan wajah Tuhan yang kita layani. Sebab pada akhirnya, "hanya satu saja yang perlu", dan bagian terbaik itu tidak akan pernah diambil dari kita.

Tuhan Yesus, ajarilah aku melayani tanpa kehilangan Engkau. Di tengah kesibukanku, berilah aku hati Maria yang duduk mendengarkan, supaya tanganku tetap terhubung dengan-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →