‹ Semua renungan

Senin, 14 Juli 2031

Ditekan Malah Menyebar

Petani tahu rahasia sederhana tentang beberapa tanaman: makin sering dipangkas, makin rimbun tumbuhnya. Ada rumput yang justru menyebar ketika diinjak, ada benih yang harus ditekan ke dalam tanah dulu baru bertunas. Tekanan tidak selalu mematikan; kadang ia menyuburkan.

Firaun tidak mengerti hukum itu. Melihat orang Israel bertambah banyak, ia mulai takut lalu menindas: kerja paksa, cambuk, hidup dipahitkan dengan tanah liat dan batu bata. Ia yakin penindasan akan mengecilkan mereka. Tetapi Kitab Suci mencatat sebaliknya: "Makin ditindas, makin bertambah banyak dan berkembang mereka."

Raja itu bahkan lupa sejarah. Ia "tidak mengenal Yusuf", lupa bahwa dahulu seorang Israel pernah menyelamatkan Mesir dari kelaparan. Kekuasaan yang lupa berterima kasih memang gampang berubah menjadi kejam.

Pola ini berulang sepanjang sejarah iman. Gereja perdana ditekan, malah menyebar ke seluruh dunia. Darah para martir, kata orang tua, menjadi benih orang kristen baru. Yang dimaksudkan untuk memadamkan justru menabur.

Bukan berarti penindasan itu baik. Firaun tetap salah, dan Allah mendengar jeritan umat-Nya. Tetapi bagi yang tertekan, ada penghiburan: himpitan yang menimpamu tidak berkuasa menghentikan rencana Allah.

Sedang merasa dihimpit keadaan? Boleh jadi di situlah Tuhan sedang menyuburkan sesuatu yang tak terduga.

Tuhan, ketika hidupku terasa ditekan dari segala sisi, ingatkanlah bahwa tekanan pun bisa Kaupakai untuk menumbuhkan. Jagalah imanku tetap berkembang. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →