Rabu, 2 Juli 2031
Menghitung Rugi
Di warung dan di pasar ada satu bahasa yang paling cepat dimengerti semua orang: bahasa untung dan rugi. Sebelum yang lain, orang berhitung dulu berapa yang hilang.
Injil hari ini memakai bahasa itu. Yesus menyeberang ke daerah Gadara dan membebaskan dua orang yang bertahun-tahun kerasukan, sampai tidak seorang pun berani lewat jalan itu. Sebuah pembebasan besar. Tetapi ada ongkosnya: sekawanan babi terjun ke danau dan mati.
Maka lihatlah reaksi orang sekota. Mereka tidak bersyukur dua tetangganya pulih. Mereka menghitung babi yang hilang, lalu mendesak Yesus pergi. "Merekapun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka."
Sungguh mengherankan. Mereka lebih memilih ternak yang utuh daripada Tuhan yang hadir. Bukan karena Ia jahat, melainkan karena kehadiran-Nya mengganggu hitung-hitungan mereka.
Godaan itu masih hidup. Kita pun bisa diam-diam berkata kepada Tuhan: jangan terlalu dekat, nanti kejujuran-Mu merugikan usahaku, kasih-Mu memakan waktuku, salib-Mu mengurangi kenyamananku. Kita senang Tuhan hadir, asal jangan sampai mengubah cara kita berhitung.
Tetapi dua orang yang pulih itu jauh lebih berharga daripada seluruh kawanan babi. Sayang, mata yang terbiasa menghitung rugi sering gagal melihatnya.
Adakah "babi" yang kita pertahankan, sampai kita rela mengusir Tuhan demi menjaganya?
Tuhan, ampunilah aku yang sering mengusir-Mu demi untung kecil. Berilah aku hati yang lebih memilih Engkau daripada segala milikku. Amin.