Sabtu, 28 Juni 2031
Cukup Sepatah Kata
Ada orang yang makin tinggi jabatannya makin sulit berkata aku tidak layak. Kuasa cenderung membuat orang merasa berhak. Maka mengejutkan sekali ketika seorang perwira Romawi, yang biasa memerintah dan dipatuhi, datang kepada Yesus dan berkata, “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.”
Ia mengerti soal wewenang justru karena hidup di dalamnya. Aku pun punya bawahan, katanya; aku bilang pergi, ia pergi; datang, ia datang. Kalau kata seorang perwira saja begitu berkuasa, apalagi sepatah kata Yesus. Dan Yesus takjub. “Iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel.” Iman terbesar dalam Injil hari ini justru datang dari orang luar.
Hari ini Gereja mengenang Santo Ireneus. Namanya berasal dari kata Yunani eirene, yang berarti damai. Ia memang pendamai yang menjembatani perselisihan dalam Gereja muda. Kalimatnya yang termasyhur: kemuliaan Allah adalah manusia yang sungguh hidup. Dan lihatlah Injil hari ini: Yesus menyembuhkan hamba perwira, ibu mertua Petrus, banyak orang sakit. Ke mana pun Ia pergi, manusia dipulihkan menjadi sungguh hidup. Itulah kemuliaan Allah yang berjalan.
Bacaan pertama menampilkan Abraham yang menjamu tiga tamu di siang terik. Allah memang senang datang lewat pintu kerendahan hati: lewat tuan rumah yang melayani, atau lewat perwira yang mengaku tak layak.
Tuhan, berilah aku iman perwira itu dan hati Ireneus yang cinta damai, supaya lewat aku pun ada yang dipulihkan. Amin.