‹ Semua renungan

Jumat, 20 Juni 2031

Ke Mana Hati Pindah

Kalau seseorang ingin tahu apa yang paling dicintai orang lain, ia tidak perlu bertanya. Cukup ia lihat ke mana orang itu menaruh waktunya, uangnya, dan lamunannya di waktu senggang. Hati selalu meninggalkan jejak. Ia tidak bisa berbohong tentang apa yang benar-benar dikejarnya.

Yesus mengucapkan hal itu dengan lebih ringkas: “Di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” Perhatikan urutannya. Bukan hati yang menyeret harta, melainkan harta yang menarik hati. Ke mana kita menanam simpanan, ke situ hati kita perlahan pindah dan menetap. Maka Ia memperingatkan, jangan menimbun harta di bumi, tempat ngengat dan karat merusak, melainkan di sorga.

Hari ini Gereja merayakan Hati Yesus yang Mahakudus. Devosi ini seluruhnya tentang satu hati yang tidak menaruh hartanya pada diri sendiri. Hati Yesus tertuju sepenuhnya kepada Bapa dan kepada kita. Ia tidak menimbun apa pun bagi diri-Nya, bahkan darah-Nya sendiri Ia curahkan sampai habis. Ketika lambung-Nya ditikam di kayu salib, yang keluar adalah darah dan air, hati yang benar-benar terbuka dan dikuras.

Bacaan pertama bercerita tentang bayi Yoas yang disembunyikan enam tahun di rumah Tuhan, diselamatkan dari pembantaian oleh seorang bibi yang berani. Sebuah nyawa kecil yang dijaga dengan seluruh hati, di tengah istana yang haus kuasa. Ada hati yang menimbun takhta seperti Atalya, dan ada hati yang mempertaruhkan diri demi satu anak yang tak berdaya. Keduanya menunjukkan di mana hartanya.

Hati Yesus adalah ukuran bagi hati kita. Ia mengajar kita bertanya jujur: kalau hidupku dibongkar hari ini, ke mana ternyata hatiku selama ini pergi? Kepada tumpukan yang bisa dimakan karat, atau kepada Dia dan sesama yang tak akan pernah berkarat?

Kabar baiknya, hati bisa dilatih pindah. Ia tidak dipaksa dengan kekerasan, melainkan dibujuk pelan lewat ke mana kita mengarahkan perhatian setiap hari. Sedikit demi sedikit waktu untuk berdoa, untuk menolong, untuk hening di hadapan-Nya, adalah cara memindahkan simpanan kita ke gudang yang tak berkarat. Ke mana harta pergi, hati menyusul.

Merayakan Hati Kudus bukan sekadar memandang gambar hati yang bernyala. Ia undangan untuk memindahkan harta kita, pelan-pelan, ke tempat yang sama dengan hati-Nya.

Yesus yang lembut hati, pindahkanlah hatiku ke tempat harta-Mu berada, supaya aku mencintai apa yang Kaucintai. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →