‹ Semua renungan

Kamis, 5 Juni 2031

Berlutut Dulu, Baru Bahagia

Malam pengantin Tobia dan Sara tidak dimulai dengan pesta, melainkan dengan doa. Sara sudah tujuh kali menjadi janda sebelum menjadi istri; rumah itu penuh ketakutan. Maka Tobia bangkit dari tempat tidur dan mengajak istrinya berlutut. Doanya jujur dan bening: “Bukan karena nafsu berahi sekarang kuambil saudariku ini, melainkan dengan hati benar.” Ia meminta satu hal sederhana, supaya mereka bisa menjadi tua bersama.

Dalam Injil, seorang ahli Taurat bertanya kepada Yesus, hukum manakah yang paling utama. Yesus menyatukan dua yang selama ini dihafal terpisah: kasihilah Allah dengan segenap hati, dan kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri. Kemarin orang datang untuk menjebak; hari ini seorang datang dengan tulus, dan Yesus berkata kepadanya, “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah.”

Doa Tobia adalah contoh kecil bagaimana kedua kasih itu menyatu. Ia mengasihi Allah justru pada saat ia belajar mengasihi seorang manusia, dengan hati benar dan bukan sekadar hasrat. Cinta kepada Sara tidak menyaingi cinta kepada Allah; ia menjadi jalannya.

Kita kadang mengira mencintai Tuhan berarti mengurangi cinta kepada manusia, seolah hati adalah kue yang harus dibagi. Yesus mengajarkan sebaliknya. Semakin dalam kita mengasihi Allah, semakin luas hati untuk sesama.

Tuhan, satukanlah dalam diriku kasih kepada-Mu dan kasih kepada sesama, supaya keduanya tumbuh bersama. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →