Rabu, 14 Mei 2031
Gunting Tukang Kebun
Tukang kebun punya kebiasaan yang bagi orang awam tampak kejam: memangkas. Dahan yang kelihatan sehat dipotong. Ranting yang rimbun dikurangi. Pohon mangga yang habis dipangkas tampak menyedihkan. Tetapi tukang kebun tersenyum, sebab ia sudah melihat musim buah yang akan datang.
Setelah kemarin berbicara tentang damai yang ditinggalkan-Nya, hari ini Yesus memakai gambar kebun itu untuk hidup kita: "Setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah." Perhatikan: yang dibersihkan justru ranting yang berbuah. Pemangkasan bukan hukuman bagi yang gagal, melainkan perawatan bagi yang hidup.
Maka jangan buru-buru menyimpulkan bahwa kehilangan dan kesulitan adalah tanda Allah membenci kita. Bisa jadi itu gunting kasih Sang Pengusaha kebun, yang memotong apa yang diam-diam menyedot hidup kita: kesibukan yang sia-sia, gengsi, kelekatan yang tidak sehat.
Satu hal saja yang tidak boleh terjadi: terlepas dari pokok. Di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa, kata Yesus. Ranting tidak diminta bekerja keras menghasilkan buah. Ia hanya diminta tinggal. Buah adalah urusan getah yang mengalir.
Kita sering membalik urutannya: sibuk berbuah, lupa menempel.
Tuhan, pangkaslah yang tak perlu dalam hidupku, dan jangan biarkan aku terlepas dari-Mu. Amin.