‹ Semua renungan

Minggu, 27 April 2031

Bau Api Arang

Bau tertentu bisa membangkitkan ingatan lama dalam sekejap. Aroma masakan tertentu bisa langsung membawa kita ke dapur nenek puluhan tahun silam. Hidung kita ternyata punya ingatan yang lebih tajam daripada mata. Sebuah bau bisa membuka pintu kenangan yang sudah lama kita kunci.

Ketika Petrus tiba di pantai dan melihat Yesus, ada satu detail kecil yang mudah terlewat. Di situ ada api arang. Yohanes memakai kata yang persis sama hanya sekali lagi dalam Injilnya, yaitu ketika Petrus berdiri menghangatkan diri di dekat api arang, di halaman istana Imam Besar, dan di situlah ia menyangkal Yesus tiga kali. Bau api arang itu pasti membawa Petrus kembali ke malam paling memalukan dalam hidupnya.

Dan justru di dekat api yang mengingatkan penyangkalannya, Yesus memulihkan Petrus. Tiga kali Petrus menyangkal, kini tiga kali Yesus bertanya, 'Simon, apakah engkau mengasihi Aku?' Setiap pertanyaan seperti membuka satu simpul yang dahulu terikat. Petrus sedih ditanya tiga kali, tetapi di situlah letak pemulihannya. Yesus tidak menutup-nutupi masa lalu Petrus. Ia membawanya kembali ke tempat luka itu, bukan untuk menghukum, melainkan untuk menyembuhkan sampai ke akar.

Minggu lalu kita melihat Tomas yang ragu dijamah oleh kesabaran Yesus. Hari ini Petrus yang jatuh dipulihkan oleh kasih Yesus. Keduanya diperlakukan dengan lembut. Tuhan yang bangkit tidak datang untuk menagih kesalahan, melainkan untuk memperbaiki apa yang rusak.

Sesudah dipulihkan, Petrus diberi tugas, 'Gembalakanlah domba-domba-Ku,' dan sebuah nubuat bahwa kelak ia akan mati memuliakan Allah. Dan benarlah, dalam bacaan pertama, Petrus yang dahulu menyangkal karena takut kini berdiri di depan Mahkamah, bahkan pulang dengan gembira, karena telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus. Orang yang dahulu lari dari api arang, kini berani menghadapi cambuk demi Nama itu.

Bacaan kedua mengangkat pandangan kita lebih tinggi lagi, ke surga, tempat Anak Domba yang disembelih dipuji layak untuk menerima kuasa dan kemuliaan. Yang tampak kalah di kayu salib, ternyata Dia yang disembah seluruh langit.

Kita semua punya bau-bau yang membangkitkan kenangan kegagalan. Tuhan tidak menyuruh kita menghapus kenangan itu, melainkan menjumpai kita di sana, dan mengubah tempat penyangkalan menjadi tempat pengakuan cinta.

Adakah tempat kegagalan lama yang kita hindari, padahal justru di sana Tuhan ingin memulihkan kita?

Tuhan, jumpai aku di tempat-tempat kegagalanku, dan ubahlah setiap kenangan penyangkalan menjadi pengakuan cinta kepada-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →