Selasa, 22 April 2031
Gertakan Sang Singa
Auman singa dibuat untuk satu tujuan, membuat mangsanya membeku. Kata orang, singa tua yang giginya sudah tumpul justru paling nyaring mengaum. Ia menggiring mangsa dengan suara, bukan lagi dengan cakar. Ketakutanlah yang sebenarnya melumpuhkan, bukan auman itu sendiri. Yang berhenti berlari karena takut, itulah yang tertangkap.
Rasul Petrus memakai gambar yang persis. 'Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.' Perhatikan, Iblis digambarkan mengaum, bukan menerkam diam-diam. Senjata utamanya sering hanya suara, gertakan, ancaman yang membesar-besarkan diri. Ia ingin kita lumpuh oleh rasa takut, sampai lupa bahwa kita punya perlindungan.
Maka nasihat Petrus tepat, 'Lawanlah dia dengan iman yang teguh.' Dan sebelumnya ia memberi kunci, 'Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.' Cara melawan auman bukan dengan mengaum balik lebih keras, melainkan dengan berdiri teguh di dekat Sang Gembala. Domba tidak perlu mengalahkan singa. Ia hanya perlu tetap dekat gembalanya.
Injil menutup dengan janji, 'Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya.' Mereka yang diutus tidak berjalan sendirian menghadapi ancaman dunia. Tuhan turut bekerja bersama mereka.
Auman apa yang belakangan ini membuat kita membeku, padahal mungkin di baliknya hanya gertakan tanpa cakar?
Tuhan, ketika ketakutan mengaum di telingaku, dekatkanlah aku pada-Mu, dan kuatkanlah imanku untuk tetap berdiri. Amin.