Sabtu, 5 April 2031
Mengumpulkan yang Tercerai
Setiap menjelang hari raya, jalan-jalan menuju kampung halaman dipenuhi orang yang pulang. Dari kota-kota jauh mereka bergerak ke satu titik, rumah asal. Ada kerinduan tua dalam diri manusia untuk berkumpul kembali, untuk tidak tercerai-berai terlalu lama. Seolah hati tahu bahwa terpisah bukanlah keadaan yang wajar.
Nabi Yehezkiel menyampaikan janji Tuhan yang persis tentang itu. 'Aku akan mengumpulkan mereka dari segala penjuru dan membawa mereka ke tanah mereka.' Umat yang tercerai karena pembuangan akan dijadikan satu bangsa lagi, dengan satu gembala. Kerinduan untuk pulang itu ternyata cermin dari kehendak Allah sendiri untuk mengumpulkan anak-anak-Nya.
Yang mengejutkan, dalam Injil, kehendak itu justru diucapkan lewat mulut orang yang memusuhi Yesus. Kayafas berkata bahwa lebih baik satu orang mati untuk bangsa itu. Ia bermaksud jahat. Tetapi Yohanes menafsirkannya lain, bahwa Yesus akan mati untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai. Kematian-Nya adalah jalan pulang bagi semua yang terpencar.
Kita hidup di zaman yang gampang mencerai-beraikan. Beda pendapat sedikit, kelompok pecah. Salib justru bekerja ke arah sebaliknya, menarik yang jauh menjadi dekat.
Adakah orang yang selama ini kita biarkan tercerai dari kita, yang sebenarnya dipanggil Tuhan untuk kita rangkul kembali?
Tuhan, satukanlah apa yang tercerai dalam keluargaku dan dalam hatiku sendiri. Amin.