‹ Semua renungan

Rabu, 20 Juni 2029

Tanpa Papan Nama

Di beberapa gereja tua, bangku-bangku kayunya berukiran nama penyumbang. Niatnya mungkin baik. Tetapi diam-diam muncul pertanyaan usil: kalau namanya sudah terukir dan dibaca orang tiap Minggu, upahnya sudah lunas diterima di sini, atau masih ada sisa di sorga?

Pertanyaan usil itu ternyata serius di mata Yesus. Tiga kali dalam Injil hari ini Ia mengulang kalimat yang sama tentang orang yang beramal, berdoa, dan berpuasa supaya dilihat orang: sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Pujian manusia itu pembayaran tunai. Lunas seketika, dan memang hanya segitu.

Sebagai gantinya Yesus menawarkan arah yang lain: tangan kiri tidak perlu tahu perbuatan tangan kanan; masuklah ke dalam kamar dan tutuplah pintu; minyakilah kepala dan cucilah muka saat berpuasa. Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya. Kebaikan yang disembunyikan tidak hilang. Ia hanya berpindah buku kas.

Paulus menambahkan nadanya: Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Sukacita itu justru gampang rusak oleh penonton. Begitu kebaikan butuh tepuk tangan, ia berubah menjadi pertunjukan.

Pekan ini, cobalah satu kebaikan yang benar-benar rahasia. Tanpa cerita, tanpa papan nama. Rasakan betapa leganya.

Bapa yang melihat yang tersembunyi, cukupkanlah aku dengan pandangan-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →