‹ Semua renungan

Kamis, 7 September 2028

Sekali Lagi ke Tempat Dalam

Nelayan yang pulang pagi dengan perahu kosong tahu rasanya lelah ganda: badan capek, hati lebih capek. Semalaman bekerja, tidak ada hasil. Yang tersisa hanya jala kotor yang tetap harus dicuci.

Dalam keadaan seperti itulah Simon bertemu Yesus, yang kemarin kita dengar berkeliling memberitakan Injil dari kota ke kota. Seorang tukang kayu menyuruh nelayan kawakan: bertolaklah ke tempat yang dalam, tebarkanlah jalamu. Semua pengalaman Simon menolak; siang bukan waktu ikan, dan tempat itu baru saja mengecewakannya. Tetapi ia mengucapkan kalimat yang menjadi engsel seluruh kisah: karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.

Hasilnya membuat jala koyak dan dua perahu nyaris tenggelam. Namun mukjizat terbesar hari itu bukan ikan, melainkan Simon yang tersungkur: Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini orang berdosa. Justru dari situ ia diberangkatkan menjala manusia.

Paulus benar: hikmat dunia adalah kebodohan bagi Allah. Menebar jala di siang bolong itu bodoh menurut ilmu nelayan. Taat sesudah gagal itu berat menurut ilmu hati. Tetapi di sanalah Allah menunggu.

Di bagian hidup yang mana kita malas menebarkan jala lagi, karena kemarin pulang kosong?

Tuhan, berilah aku keberanian untuk taat sekali lagi, justru sesudah gagal. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →