Senin, 25 Oktober 2027
Delapan Belas Tahun Menunduk
Cobalah membungkuk dan menatap lantai selama satu menit saja. Dunia menyempit seketika. Yang terlihat hanya tanah, debu, dan kaki orang. Langit hilang dari pandangan.
Perempuan dalam Injil hari ini menjalani posisi itu selama delapan belas tahun. Punggungnya bungkuk, tidak dapat berdiri tegak. Ia tidak berteriak minta tolong; mungkin sudah lama berhenti berharap. Tetapi Yesus melihatnya, memanggilnya, dan berkata: hai ibu, penyakitmu telah sembuh. Seketika ia berdiri tegak dan memuliakan Allah. Yang pertama dilihatnya setelah delapan belas tahun barangkali wajah Yesus sendiri.
Kepala rumah ibadat gusar: ada enam hari untuk bekerja, jangan pada hari Sabat. Aturan dipeluk erat-erat sampai manusianya tidak kelihatan. Yesus menjawab telak: lembu saja dilepaskan dari kandang pada hari Sabat untuk minum, masakan perempuan keturunan Abraham ini tidak boleh dilepaskan dari ikatannya?
Banyak hal bisa membungkukkan manusia: sakit, utang, rasa bersalah, penghinaan bertahun-tahun. Paulus hari ini mengingatkan siapa kita sebenarnya: kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah, Roh yang membuat kita berseru, ya Abba, ya Bapa. Anak Allah tidak dirancang untuk hidup menunduk ketakutan.
Beban apa yang bertahun-tahun membungkukkan kita? Hari ini Ia memanggil, dan menegakkan.
Bapa, tegakkanlah punggung jiwaku, agar aku dapat memandang wajah-Mu dan memuliakan Engkau. Amin.